Senin, 14 Januari 2019

“PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PRODUKSI TBS (TANDAN BUAH SEGAR) KELAPA SAWIT BERBASIS WEBSITE PADA PT. TANJUNG JAYA LESTARI LAMPUNG TENGAH”


LATAR BELAKANG .
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan organisasi dan perusahaan dalam mengatur dan mengolah data untuk kegiatan oprasionalnya yang semakin komplek pada saat sekarang ini maka tentu saja dibutuhkan sebuah sistem dan manajemen pengolahan data yang memiliki tingkat efektifitas dan efisien tinggi. Terlebih dengan perkembangan teknologi saat ini, semua kebutuhan akan data-data suatu organisasi atau perusahaan juga harus tersaji secara up-to-date, terintregitas, aman dan tentu saja sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem yang dibangun haruslah mampu menyajikan data-data yang dibutuhkan dan tentu saja memiliki hubungan yang jelas antara data yang tersedia denagn pengguna yang membutuhkannya. Dengan demikian proses pengolahan data dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.

PT. Tanjung Jaya Lestari Lampung Tengah merupakan salah satu komoditas pengolahan perkebunan kelapa sawit. PT. Tanjung Jaya Lestari Lampung Tengah beralamatkan di Kampung Tanjung Jaya Lampung Tengah yang berdiri pada tahun 1994. Luas perkebunan kelapa sawit sekitar 1.320 Ha.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di PT. Tanjung Jaya Lestari Lampung Tengah dalam menangani permasalahan khususnya pengolahan data produksi TBS (Tandan Buah Segar) berdasarkan pengolahan PKS (Pengolahan Kelapa Sawit) dan PIS (Pengolahan Inti Sawit), Buah yang diolah berupa kelapa sawit. Masalah ini ditangani oleh bagian Kantor DO (Deverly Order), Karena terlalu banyaknya data yang diinput dan output setiap harinya, sehingga sering terjadi kesalahan perhitungan antara data pengolahan PKS dan PIS untuk diinputkan ke dalam laporan produksi TBS maka sering terjadi penumpukan jadwal produksi yang sebelumnya belum selesai pada waktu yang dijadwalkan . Laporan produksi TBS juga sering terjadi keterlambatan dan duplikasi data, disebabkan belum menggunakan komputerisasi dan pencatatannya masih menggunakan buku besar.

Dari permasalahan tersebut dapat diatasi salah satunya dengan membuat sebuah Perancangan Sistem Pengolahan Data Produksi TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit dengan menggunakan komputer yang dilengkapi software yang lengkap. Metode SDLC (System Development Life Sycle) yaitu teknik yang digunakan untuk mengatasi masalah penjadwalan produksi yang sering bermasalah sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penjadwalan proses produksi dan laporan produksi TBS serta memberikan kemudahan dalam pengarsipan dan akan lebih efektif dari segi waktu pemprosesan laporan produksi TBS kelapa sawit berdasarkan data PKS dan PIS.

METODE SDLC (System Development Life Sycle) .
Model Waterfall (Umum)


ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM .
Berikut akan dijelaskan tentang hasil analisa dari sistem pengolahan data produksi TBS yang berjalan pada PT. Tanjung Jaya Lestari Lampung Tengah dapat dijelaskan sebagai berikut : 
1.      Dimulai dari Bagian Pengolahan Kelapa Sawit mengolah TBS menjadi minyak sawit dan inti sawit (brondolan), jika ada TBS yang diterima.
2.      Setelah itu mencatat hasil pengolahan TBS ke dalam data produksi minyak sawit dan inti sawit dua rangkap, rangkap pertama diarsipkan dan rangkap kedua diberikan ke kantor DO. Lalu minyak sawit dan inti sawit diberikan kepada Bagian Laboratorium.
3.      Bagian Laboratorium meneliti minyak sawit dan inti sawit untuk mengetahui mutu bahan baku hasil pengolahan. setelah diteliti minyak sawit dan inti sawit diberikan ke Bagian Pengolahan Inti Sawit.
4.      Bagian Pengolahan Inti Sawit mengolah kembali minyak sawit dan inti sawit yang sudah diteliti, menjadi minyak inti sawit (CPO) dan ampasnya menjadi bungkil inti sawit.
5.      Kemudian Bagian Pengolahan Inti Sawit mencatat hasil pengolahan ke dalam data Produksi Minyak inti sawit dan bungkil inti sawit menjadi dua rangkap, rangkap pertama diarsipkan sedangkan rangkap kedua akan diberikan kepada Kantor DO.
6.      Kantor DO mengecek kebenaran data pengolahan produksi dari Bagian Pengolahan Kelapa Sawit dan Pengolahan Inti Sawit. Jika data benar, maka kantor DO membuatkan laporan pengolahan produksi TBS menjadi dua rangkap, rangkap pertama diberikan ke Manajer untuk ditandatangani,
7.      Sedangkan rangkap yang kedua dibuatkan laporan pengiriman CPO yang sudah ditandatangani, dilakukan dengan cara mengirimkan CPO sekitar 100 ton untuk menghindari  pembusukan dan penuhnya CPO. laporan pengiriman CPO yang sudah ditandatangani akan diberikan ke Unit Usaha lain yang sudah terkait dengan PT.Tanjung Jaya Lestari.
8.      Sedangkan jika ada data yang salah, maka akan diubah datanya ke Bagian Pengolahan Kelapa Sawit dan Pengolahan Inti Sawit.
9.      Manajer menandatangani Laporan pengolahan produksi TBS dan diarsipkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar